Senin, 05 November 2007
Merancang Sampul Buku Pramuka sendiri: Hal Menyenangkan Bagi Orang-orang yang Tercerahkan!
Beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam perancangan sampul buku Pramuka, yaitu:
Pertama-tama anda harus memiliki rasa Percaya Diri yang tinggi! singkirkan kata-kata : "Saya tak memiliki bakat", "Saya terlalu tua untuk hal-hal seperti itu" dan "Saya tak ada waktu untuk itu" dari benak anda. Kata-kata semacam itu hanya pantas berkemah di Recycle Bin, bukan di benak anda! Hargailah setiap usaha yang anda lakukan walau sekecil-kecilnya. Banggalah akan perancangan seperti apapun yang dapat anda hasilkan!
Ke-dua, Melamunlah! Biar saja para leluhur berpendapat bahwa dengan banyak melamun anda akan kemasukan setan. Anda harus banyak-banyak melamun justru agar kemasukan setan bernama "ide brilian" untuk merancang sampul buku Pramuka.
Ke-tiga, Bersiaplah dengan segala kemungkinan yang dapat anda wujudkan dalam merancang sampul buku Pramuka. Buatlah simpul atau kata-kata kunci dari beberapa gagasan brilian yang sudah anda dapat waktu melamun tadi, misal: International-Tunas Kelapa-berwarna-keren, Global Warming-daur ulang-Revitalisasi GP, dll.
Ke-empat, Wujudkanlah! Terjemahkan kata-kata kunci yang sudah anda buat ke dalam gambar sketsa, kemudian carilah bahan-bahan yang anda perlukan. Semakin murah bahannya semakin anda dapat mengamalkan poin ke-7 dari dasadharma pramuka. Buatlah hasta karya keren buah tangan anda! tadDaAaaa...anda kini sudah memiliki buku Pramuka dengan sampul hasil rancangan anda sendiri!
Percayalah kakak-kakak dan adik-adikku sekalian! Rancangan sampul kita pasti jauh lebih baik dari tampilan buku SKU atau SKK seharga 2-3 ribu rupiah yang berpuluh-puluh tahun tampilannya itu-itu saja... lihat di sini-----> Klik!
Kamis, 18 Oktober 2007
Minggu, 14 Oktober 2007
Belajarlah dari K.I.S.C, Switzerland!
Kamis, 04 Oktober 2007
Belajarlah dari Film-film Kartun Studio Ghibli!
Rubahlah cara pandang anda kalau hal di atas adalah satu-satunya alasan anda untuk tidak menonton film kartun! Menonton film apapun sebenarnya bisa menjadi lebih berkualitas seandainya seseorang sedikit meluangkan waktunya untuk mengulas atau mendiskusikannya entah dengan teman, Orang tua, guru, pembina Pramuka atau siapapun.
Banyak hal yang bisa kita dapat dari menonton film. Hal paling berkualitas yang bisa kita dapat dari menonton film tentunya adalah "pembelajaran". Bukan "Pelajaran" tapi "Pembelajaran"! Sangat mudah untuk menangkap pelajaran dari sebuah film, namun tidak demikian dengan pembelajaran. Misalnya saja; kita dapat dengan mudah menangkap pesan moral yang diangkat oleh sebuah film; "berjuanglah tanpa mengenal putus asa", "Cintailah kekasihmu dengan setulus hati" dll. Di sisi lain tidak cukup mudah bagi kita untuk dapat menyerap, memfilter sekaligus mengaktualisasikan intisari pelajaran dari sebuah film dalam kehidupan kita sehari-hari secara bersamaan bukan? Ini yang saya maksud dengan pembelajaran. "Bagaimana cara seseorang belajar" bukan "Apa yang seseorang harus pelajari dan apa yang tidak perlu dipelajari".
Cobalah sesekali luangkan waktu anda untuk menonton film-film kartun buatan Studio Ghibli, Jepang. Saya tidak tahu apa yang akan anda rasakan, tapi bagi saya pribadi menonton film-film kartun buatan Studio Ghibli bukan hanya menyenangkan namun juga menggugah akal budi saya secara mendalam. Film My Neighbor Totoro (Tonari no Totoro) misalnya, telah mengajak pikiran saya untuk bertamasya ke masa kanak-kanak dan dapat menggerakan saya untuk berjalan-jalan lagi di pematang sawah sambil menghirup udara segar pagi hari, Menyaksikan kembali bentuk angin yang seringkali menyisir hamparan sawah dan menggerakan saya pula untuk lebih menunjukkan rasa sayang pada orang tua dan adik-adik.Itu baru satu Film saja...Film-film Ghibli lainnya lebih-lebih lagi menginspirasi Saya maupun teman-teman dekat saya untuk melakukan berbagai hal. Kami selalu mendiskusikan film-film Ghibli yang baru kami tonton. Diskusi kami dari satu film saja bisa melebar kemana-mana mulai dari mitologi Jepang, Sejarah bangsa Jepang, Sejarah Kemerdekaan Indonesia, hubungan keluarga, Psikologi anak, pendidikan di Indonesia, perekonomian sampai ke mitos-mitos yang ada di budaya kita bahkan Pramuka sekalipun. Hal ini cukup membuktikan bahwa kita sebenarnya bisa belajar banyak dari sebuah film kartun.
Wah...Saya bukan sedang mempromosikan Studio Ghibli lho! Toh film-film yang saya tontonpun semuanya DVD bajakan(yang jelas-jelas merugikan Studio Ghibli sendiri). THX GOD! Kami bisa belajar dengan murah!
Back to the Topic! Setiap menonton film, seharusnya setiap kali pula akal dan budi kita menjadi lebih tajam bukan malah membabi buta menyerap segala isi dari film-film tersebut tanpa rasa kritis sama sekali. Menonton film sinetron sekalipun kalau kita kritis, bisa bermanfaat kok...Pada saat itulah insting kita sebagai manusia pembelajar seharusnya terasah.Menjadi Pramuka berarti menjadi manusia pembelajar. Pramuka seharusnya tidak boleh jadi manusia yang anti film kartun apalagi anti pembelajaran. Wah...tanggung kemping seumur-umur, tinggal di hutan aja sekalian! Biar kaya Tarzan!
Rabu, 03 Oktober 2007
Belajarlah dari Mac Gyver!
Old Fahioned TV series?Yep!Old Fashioned Knowledge?NOPE!!!
Film serial seru 90an ini sempat booming di semua kalangan di berbagai negara(pada masanya). Anda yang masih ingat dan mengalami masa jaya Mac Gyver di RCTI dan SCTV atau TV3(Malaysia) tentu sudah tidak asing lagi dengan tokoh yang satu ini. Senjatanya yang paling ampuh adalah pengetahuannya. "His Mind is The Ultimate Weapon!"begitu salah satu bunyi slogannya.
Saya masih ingat betul bagaimana tokoh Mac Gyver ini telah menjadi figur ideal pemecah segala masalah bagi para Tukang becak, Pak RT, Ibu-ibu arisan, Supir jemputan sekolah sampai para Pramuka Penggalang. Dikit-dikit Mat Jiper...dikit Mat Jiper...(istilah plesetan yang sama populernya dengan Mac Gyver sendiri). Saya dan teman-teman Pramuka Penggalang di sekolah dulupun begitu berantusias untuk mempraktikkan jurus-jurus "Mat Jiper" ini. Saya pernah buat jam Kentang, membuka borgol tanpa kunci, membuat robot-robotan sederhana, merakit pesawat mainan, buat lampu plip-plop, merakit radio komunikasi dan lain-lain demi ingin dapat status "Secerdik Mac Gyver!"hehe...
Karakter Mac Gyver sendiri memang wajar untuk dikagumi. Ia adalah seorang agen rahasia yang agak unik. Pendiam, ber-etika, berprinsip teguh, membenci permusuhan dan menolak untuk membawa-bawa pistol dalam setiap misinya. Senjatanya ya kecerdasannya. Hal inilah yang tampaknya begitu menginspirasi banyak penikmat serial TV ini. Siapa saja, dimana saja dan kapan saja bisa menjadi Mac Gyver, asalkan selalu memutar otak dalam menyelesaikan berbagai masalah. Kehilangan kunci rumah? Cari kawat...Ingin berhemat namun tetap tidak kesiangan bangun tidur? Buatlah Jam energi kentang...Ingin buka kaleng sambil makan burger McD favorit? Pakailah pisau Victorinox seperti yang dipakai Mac Gyver...Percaya tidak percaya, saya menemukan satu kalimat dari sinopsis di sampul DVD bajakan serial Mac Gyver yang bunyinya begini: "Richard Dean Anderson stars as television's favorite boy scout-turned-action-hero; Angus Mac Gyver". WeeEW...he is a Boy Scout anyhow! Sebenarnya tidak aneh juga sih kalau saja kita ingat bahwa materi-materi di kepramukaan sendiri memang mengajarkan prinsip-prinsip seperti yang dipraktikkan Mac Gyver. Bersahaja, cinta Damai, Patriot, Berani, memiliki banyak kecerdasan, gesit, tangkas juga kreatif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dll.
Coba deh tonton lagi film Mac gyver! Saya yakin akan sangat bermanfaat terutama untuk generasi muda sekarang...Dijamin ilmu-ilmunya masih tetap apcudeyt untuk dipraktikkan! KNOWLEDGE IS POWER!
NB: Bagi anda yang sangat berminat untuk menyaksikan film-film Mac Gyver namun kesulitan untuk mendapatkannya di kota tempat anda tinggal, mungkin saya bisa bantu mencarikan DVD bajakannya di kota Bandung tempat saya tinggal! asal ganti ongkos kirim aja ya! Just send me an E-mail to kelapabertunas@yahoo.com...ok!
Selasa, 04 September 2007
Belajarlah dari Pramuka Siaga Kota Bebek!
The Guardians of The Lost LibraryMungkin terdengar sedikit konyol sekarang, BUT ITS ABSOLUTELY HAPPENED ON ME! Salah satu Trigger saya untuk memulai berbagai petualangan masa kecil dan mengikuti kegiatan Pramuka Siaga tuh gara-gara Kwik-Kwek-Kwak!......Yap! Mereka keponakannya Donal Bebek, bebek yang paling terkenal di seluruh dunia itu. Saya sendiri mengenal Kwik-Kwek-Kwak melalui majalah Donal Bebek ketika saya berusia 4 tahun.
Saya sempat sengaja merengek-rengek pada ortu untuk dibelikan topi Coonskin seperti yang dipakai Kwik-kwek-kwak, sampai akhirnya entah dari mana orang tua saya mendapatkannya juga...Sayang, Pembina Pramuka saya pada saat itu tidak mendukung. Saya malah disuruh pakai baret abon Pramuka...Hiks...Lagipula sayapun agak kecewa karena kegiatan Pramuka yang saya ikuti ternyata tidak semenarik yang saya bayangkan...Pengharapan saya memang jadi agak berlebihan gara-gara Kwik-Kwek-Kwak.Huh!
Kalau anda sekalian pernah baca dan ingat bagaimana karakter Paman Donal dan Kwik-Kwek-Kwak ini, sebenarnya kita akan menemukan banyak fakta menarik yang dapat kita ambil intisari pelajarannya lho, terutama yang berkaitan dengan kegiatan Pramuka khususnya Golongan Siaga. Bagi anda yang merasa sudah tidak pantas membaca bacaan anak-anak karena umur anda yang sudah terlalu tua, kemungkinan besar anda harus segera merubah pemahaman anda soal belajar. Tak percaya? Coba saja cari, baca dan resapi cerita-cerita dari majalah Donal Bebek, terutama yang menyangkut kegiatan Kwik-Kwek-Kwak dalam kepanduan...
Selamat bernostalgia dan memulai petualangan baru!



